Ahmad Daud S.Sos: Kasus Bullyng di Kota Medan Sudah Dalam Tahap Mengkhawatirkan

 

Medan,-

Pemerhati anak yang juga aktifis pemuda Sumatera Utara , Ahmad Daud S.Sos menyatakan kasus kekerasan anak di Kota Medan ini sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Hal itu disampaikannya dalam Penyuluhan Pencegahan Bullyng di SMP Negeri 43 Anak.

"Di era media sosial sekarang ini , tidak mudah bagi kita untuk memprediksi terjadinya bullyng. Hari ini misalnya orang bisa janji tawuran di media sosial, tidak ada gesekan sebelumnya diluar tiba-tiba puluhan orang bisa bentrok dijalanan dan itu mayoritas pelakunya anak remaja"paparnya.

"Tidak juga jaminan anak pendiam, santun di sekolah tidak jadi pelaku bullyng atau sexual harresement. Kasus yang baru ini terjadi di salah satu sekolah elit di Medan membuktikan fakta itu"ujarnya mengingatkan.

"Disinilah kita perlu mendukung Surat Edaran tentang penggunaan gawai sosial oleh Bapak Walikota Medan, Rico Waas. "Keterlibatan segala pihak harus dioptimalkan, termasuk orang tua. Sekolah harus melibatkan orang tua dalam memantau anak terutama dalam bermedia sosial"tambahnya.

Pada kegiatan tersebut yang dihadiri Kabid Pemenuhan Hak Anak Viza Pandhana dan jajaran mewakili Ibu Kepala Dinas DP3AM2KB Elidiawaty terungkap berbagi case bullyng dengan pola baru dilingkungan pendidikan dan sekolah. Hal ini menjadi catatan penting ke depannya untuk perlindungan anak di kota Medan.

Hal itu juga diamini Suci Harahap selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 43 Medan. "Apa yang dikatakan bapak Ahmad Daud selaku narasumber tadi jadi perhatian kita. Untuk itu kami sangat mendukung apresiasi ini. Kami akan coba untuk membentuk anak - anak ini sebagai duta-duta anti bully. Kami berterima kasih kepada DP3AM2KB yang menyelenggarakan kegiatan disekolah kami ini"ujarnya seraya menutup kegiatan penyuluhan.(R1)

Posting Komentar

0 Komentar