MEDAN,—
Aksi Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Petani Peduli (AMMPP) Koperasi Sosa Satahi melakukan unjuk rasa damai di depan PT.Agrinas Palma Nusantara Regional 1 Sumatera Utara, membawa ratusan massa dalam aksi unjuk rasa, aksi tersebut berlangsung panas dan diwarnai kericuhan, akibat massa ingin menutupi jalan, Rabu 07 Oktober 2026.
Sadar Daulay selaku ketua Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Petani Koperasi Sosa Satahi menyampaikan kepada PT Agrinas Palma Nusantara Agar Mengembalikan Pengelolaan Lahan Plasma Kepada Pengurus Koperasi Sosa Satahi sesuai dengan hak dan perjanjian kemitraan,sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Sesuai informasi dan aspirasi dari beberapa anggota koperasi mengatakan bahwasanya sejak pengelolaan lahan plasma beralih pada PT Angrinas Palma Nusantara anggota koperasi mengaku tidak lagi menerima hasil sebagaimana yang selama ini mereka peroleh ketika bermitra dengan PT Torganda kondisi tersebut sudah berlangsung 1 tahun enam bulan tidak lagi menerima hasil ataupun manfaat kondisi tersebut menimbulkan keresahan dan ketidakpastian terhadap hak ekonomi masyarakat petani.
Selanjutnya koordinator aksi Zul Pahmi Siregar mengatakan belum lagi kita berbicara tentang tata kelola daripada penyaluran koperasi tersebut,kami Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Koperasi Sosa Satahi menduga tata kelola dan penyaluran koperasi tersebut di warnai dengan muatan politik.
Ditambahkan Koordinator aksi zul pahmi siregar “Kami daripada Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Koperasi Sosa Satahi sangat kecewa kepada PT Agrinas Palma Nusantara kami datang jauh jauh dari kabupaten padang lawas untuk meminta jawaban serta penjelasan dari pihak PT Agrinas namun tidak satupun orang yang berani menanggapi aspirasi kami.situasi semakin memanas setelah massa mengaku tidak mendapatkan tanggapan maupun kepastian dari pihak yang mereka datangi
Kondisi tersebut memicu kekecewaan massa. Aspirasi yang seharusnya mendapat ruang dialog justru berujung pada situasi yang tegang di lapangan.
Ditambahkan Zul Pahmi Siregar Kami datang membawa aspirasi masyarakat petani. “Kami meminta penjelasan dan kepastian, bukan datang untuk mencari keributan. Tetapi ketika tidak ada satupun pihak yang memberikan tanggapan, wajar kalau massa kecewa,” tegas massa aksi.
TAK ADA TANGGAPAN, SIAPA YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB?
Massa mempertanyakan sikap PT.Agrinas Palma Nusantara terkait persoalan plasma yang mereka suarakan, Jika benar pengelolaan Plasma telah berjalan secara transparan, mengapa aspirasi petani tidak segera dijawab dengan data dan penjelasan yang terbuka?.
Aliansi juga menegaskan akan membawa persoalan tersebut kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan instansi terkait untuk meminta adanya pemeriksaan apabila ditemukan dugaan penyimpangan.
Massa menilai persoalan ini tidak boleh berhenti hanya karena aksi telah selesai, dan Koordinator aksi Menegaskan akan turun kembali dan akan mengarah ke kantor Gubernur Sumatera Utara.
“Hari ini kami datang dan tidak mendapatkan jawaban. Jangan anggap persoalan selesai. Kami akan terus mengawal hak-hak anggota koperasi dan meminta pemerintah serta aparat penegak hukum turun tangan.” Pungkas Zul Pahmi Siregar.
AKSI BOLEH SELESAI, TAPI PERSOALAN PLASMA BELUM SELESAI
Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Petani Peduli Koperasi Sosa Satahi menunggu jawaban yang jelas, Publik menunggu transparansi dan aparat diminta tidak tinggal diam.(r02)

0 Komentar